Tahukah Sobat Orthodontist, bahwasanya tidak semua kondisi gigi bisa dibehel. Ada beberapa kondisi gigi tidak bisa dibehel karena faktor tertentu. Behel atau kawat gigi adalah salah satu metode paling populer untuk merapikan gigi. Namun, tidak semua orang bisa langsung memasang behel.
Ada kondisi tertentu pada gigi dan mulut yang membuat pemasangan behel tidak dianjurkan. Bahkan bisa berbahaya jika dipaksakan untuk lanjut tindakan behel. Kali ini kami akan membahas syarat pasang behel, kondisi yang membuat gigi tidak bisa dibehel, hingga alternatif perawatan yang dapat menjadi solusi.
Perlu Sobat Orthodontist ketahui, bahwasanya pemasangan behel bukan hanya soal estetika, namun juga menyangkut kesehatan gigi, gusi, hingga tulang penyangga. Apabila behel dipasang pada gigi yang tidak sehat, maka risikonya bisa sangat besar, seperti:
Gigi semakin rusak atau rapuh
Terjadinya Infeksi gusi atau abses
Pergerakan gigi yang tidak maksimal
Rasa nyeri berkepanjangan dan hasil tidak optimal
Sebab itu, dokter gigi atau ortodontis akan melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum memutuskan apakah gigi Anda bisa dipasangi behel. Sebab itu proses konsultasi dan pemeriksaan dengan dokter gigi sangat dianjurkan.
Tidak semua orang bisa langsung pasang behel, mereka harus mematuhi beberapa syarat umum agar gigi layak dibehel, antara lain:
Usia yang ideal
Umumnya pemasangan behel bisa dilakukan setelah usia 12 s.d 13 tahun, ketika pertumbuhan gigi permanen sudah lengkap.
Kondisi gigi dan gusi sehat
Dipastikan tidak ada gigi berlubang parah, infeksi, atau penyakit gusi aktif.
Tulang rahang yang cukup kuat
Sebab pergerakan gigi memerlukan penyangga tulang yang sehat.
Kebersihan mulut yang baik
Tidak adanya plak dan karang gigi minimal, sehingga risiko peradangan berkurang.
Ada beberapa kondisi yang bisa menjadi alasan dokter gigi dalam menunda atau bahkan tidak menyarankan pemasangan behel, di antaranya:
Gigi berlubang parah, infeksi, atau abses
Apabila gigi masih terinfeksi, maka behel bisa memperparah kerusakan dan menyebabkan nyeri hebat.
Gigi keropos atau enamel rusak
Adanya struktur gigi yang lemah tidak akan kuat menahan tekanan dari behel.
Gigi bungsu tumbuh tidak normal
Kondisi gigi bungsu yang miring atau impaksi sering menjadi penghalang, dan biasanya perlu dicabut terlebih dulu.
Usia terlalu muda
Pada usia anak-anak, dengan gigi permanen yang belum lengkap, behel biasanya ditunda hingga pertumbuhan selesai.
Kondisi medis tertentu
Misalnya ada gangguan metabolik, diabetes yang tidak terkontrol, osteoporosis pada rahang, atau penyakit gusi kronis. Kondisi ini bisa menghambat proses pergerakan gigi dan penyembuhan jaringan.
Apakah ada alternatif lain bila gigi tidak bisa dibehel? Pertanyaan ini memang sering muncul pada pasien drg. Dhani. Bagi Anda yang tidak bisa menggunakan behel, masih ada beberapa solusi lain yang dapat dipertimbangkan, seperti:
Aligner transparan (clear aligner)
Yakni, alat lepasan berbahan plastik bening yang bisa menggeser gigi secara bertahap.
Behel lepasan
Alternatif ini cocok untuk kasus ringan, biasanya dipakai anak-anak.
Veneer atau crown
Tujuannya untuk memperbaiki bentuk, ukuran, dan posisi ringan pada gigi depan.
Bonding gigi
Bertujuan menutup celah atau memperbaiki gigi yang patah agar tampak lebih rapi.
Selain itu, dokter bisa menyarankan kombinasi terapi, misalnya cabut gigi bungsu dulu, merawat gusi, lalu dilanjutkan pemasangan behel. Konsultasi lanjutan dengan ortodontis atau bedah mulut sangat penting untuk menentukan pilihan terbaik. Jadi, pastikan untuk berkonsultasi dan periksa dulu ya Sobat Orthodontist.
Tidak semua gigi dipasang behel, terutama jika ada kondisi gigi dan mulut tertentu. Namun, hal ini bukan berarti gigi tidak bisa dirapikan sama sekali. Adapun perawatan yang bisa dipilih atau alternatif perawatan, serta kombinasi terapi, yang bisa Sobat Orthodontist pilih melalui konsultasi dan arahan dari dokter gigi.
Jika Sobat Orthodontist ingin tahu apakah gigi Anda layak dipasang behel, sebaiknya lakukan konsultasi langsung dengan dokter gigi atau ortodontis terpercaya. Pemeriksaan menyeluruh akan membantu menentukan perawatan yang paling tepat sesuai kondisi Anda.

-Belum ada diskusi di article ini-

Discussion
Pertanyaan dijawab oleh Dokter yang berkaitan